
Salah satu stasiun televisi swasta pernah menayangkan dialog dengan seorang anak indigo yang disinyalir mengetahui kapan kiamat akan tiba. Dan bahkan anak tersebut mengatakan dengan polosnya bahwasannya kiamat akan terjadi di tahun 2012 karena ditahun tersebut akan terjadi banyak bencana. Bahkan dalam buku ‘Apocalypse 2012’ (Lawrence E.Joseph: 2007), penulis berdarah Lebanon yang menjabat sebagai Ketua Dewan Direksi Aerospace Consulting Corporation di New Mexico ini dipaparkan dengan sangat jelas dan juga ilmiah tentang kemungkinan terjadinya bencana alam di tahun tersebut. Diantara bencana itu adalah: siklus aktivitas matahari yang memuncak di tahun 2012 yang menyebabkan panas yang luar biasa di bumi, terlebih atmosfer kita sudah mengalami penipisan dan bolong di beberapa bagian sehingga selain memanaskan bumi dengan radikal juga melelehkan es di kutub dan juga menimbulkan badai serta topan yang dahsyat.
Sebenarnya bakat alamiah yang dimiliki anak tersebut masih ada batasnya, jadi tidak harus menelan mentah-mentah apa yang dikatannya begitu juga ramalan penulis berdarah lebanon dalam bukunya 'Apocalypse 2012' diatas. Dalam islam memang kita harus percaya sesuatu yang nyata dan yang gaib akan tetapi seluruhnya itu ada batasan yang tidak dapat dilewati manusia. Apalagi yang diperbincangkan adalah 'KIAMAT' suatu peristiwa yang hanya diketahui oleh Allah dan tidak ada seorangpun ciptaan-Nya mengetahuinya.
Penekanannya adalah keterbatasan kemampuan manusia, dan tidak ada manusia super di dunia ini yang dapat melakukan apa saja, mungkin banyak manusia yang termakan cerita-cerita fiktif yang heroik sehingga berasumsi bahwasannya ada manusia super didunia ini. Kehebatan Clark Kent dalam film Superman tidaklah bisa menyamai ke 'SUPERAN' pencipta Alam ini, dan masih banyak lagi tokoh-tokoh heroik fiktif lainya. Ketika kita berbicara realita kehidupan ini, tidaklah pantas seandainya manusia membicarakan kapan KIAMAT tiba atau bahkan pada taraf menentukan KIAMAT pada tahun 2012 dan apabila ada orang yang berbicara tentang kiamat tiba pada tahun 2012 bolehlah dikatakan sebagai orang yang menembus batas-batas kewajarang sebagai manusia dan seolah mendeklarasikan ke-Tuhanan dia 'Nau'udzu billah'.
Tafakkaru fi Al-Khalqi wa la tafakkaru fi Al-Khaliqi Fa Innakum la Tuqaddiruna Qadrahu (Berfikirlah pada hal-hal yang diciptakan Allah dan janganlah kamu berfikir akan Dzat Allah, maka sesungguhnya diantara kamu tidak akan mampu menjangkau-Nya). Wa'allahu 'Alam.
Baca Selengkapnya...

Sesungguhnya manusia diciptakan dari debu dan akan juga kembali menjadi debu. Ketika Adam diciptakan oleh Allah banyak sekali pertentangan termasuk sang syaithan yang paling menentang terciptanya Adam (Manusia/Pria pertama) dimuka bumi ini. Syaitan sampai tidak mau tunduk kepada Adam meskipun Allah telah menyuruh seluruh ciptaannya tunduk kepada Adam. Betapa Allah menciptakan manusia dengan segala kelebihannya, begitu mulia,dihadapan makhluk ciptaan-Nya yang lain.
Manusia begitu mulia karena memiliki akal dan nafsu, dan dua unsur tersebut tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan-nya yang lain. Syaitan diciptakan oleh Allah hanya memiliki nafsu sehingga yang ada hanyalah iri, dengki dan segala sifat jelek lainnya. Syaitan tidak memiliki akal untuk menimbang manakah yang baik dan manakah yang benar dan syaitan tidak pernah berfikir positif selama hidupnya. Malaikat diciptakan oleh Allah hanya memiliki Akal sehingga yang ada hanyalah kata taat kepada penciptannya "sami'na wa atha'na", itulah gambaran sosok malaikat yang tidak memiliki nafsu sehingga selalu mentaati apa yang diperintahkan Allah kepadanya.
Sedangkan manusia (Adam) diciptakan, memiliki keduanya 'Akal dan nafsu', oleh sebab itulah Allah begitu mengistimewakan Adam karena Adam termasuk ciptaan-Nya yang lengkap (Ahsana At-Taqwim).
Akal dan nafsu seolah menjadi sebuah bagian terpenting dalam penciptaan Adam, akan tetapi yang harus kita pahami lebih dalam adalah mengapa Allah menanamkan 2 unsur bertolak belakang tersebut pada sosok Adam? Apa tujuannya?
Maha besar Allah dengan segala yang diciptakannya,Allah merupakan sutradara paling handal, penata skenario paling top dan segala yang Maha ada padanya. Allah telah menciptakan Syaitan dengan nafsunya, Allah telah menciptakan Malaikat dengan Akalnya, dan Allah juga menciptakan Manusia dengan kedua unsur diatas 'akal dan nafsu'. Penciptaan Adam memunculkan istilah Pahala dan Dosa sebagaimana yang biasa kita dengan hingga kini. Barang siapa mengedepankan Akal pada kebenaran maka Pahala yang akan didapatkan manusia dan apabila manusia mengedepankan nafsunya maka hanya Dosalah yang akan didapatkannya.
Terciptanya Adam memberikan pelajaran penting yang patut dianut oleh manusia keturunannya. "Manusia akan memperoleh derajat paling tinggi apabila selalu mengikuti akal dan melakukan kebaikan dengan pertimbangan akalnya, dan manusia akan memperoleh derajat yang hina apabila mengedepankan nafsunya".
Baca Selengkapnya...
Saat ini kita dikejutkan publikasi tentang sewa rahim yang ada dimedia televisi maupun cetak. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat ilmuan kedokteran mengembangkan suatu metode untuk membantu manusia yang belum bisa mendapatkan keturunan dengan yang biasa kita kenal Injeksi sperma ke Ovum (sel telur) dan diletakkan kedalam sebuah tabung sehingga perkembangan teknologi kedokteran bisa kita kenal dengan "Bayi Tabung". Ketika perkembangan teknologi kedokteran telah pada tahap diatas yang juga masih mengalami perdebatan dikalalangan ulama',permasalahan tersebut tidak menghilangkan sugesti manusia untuk mendapatkan keturunan, dan apapun jalannya dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkannya.
Entah apa yang ada di otak manusia sehingga mata dan hati mereka menjadi buta tentang jalan pintas mendapatkan keturunan. Dengan menyewa sebuah rahim ke orang lain (seorang wanita) dan menanamkan Sperma (laki-laki) didalamnya,dengan proses pembuahan tersebut maka terbentuklah sebuah janin. Apakah anda tahu harga praktek sewa rahim yang sekarang lagi menjadi sorotan berbagai media tersebut? harganya mencapai ratusan juta belum termasuk lagi tabungan deposit yang biasanya diminta oleh sang perempuan yang disewa rahimnya untuk menjadi ibu sementara dari seorang pasangan suami-istri yang lain.
Harapan memiliki keturunan kadang menjerumuskan manusia kedalam lubang (kebathilan) yang sangat dalam apabila mereka menganggap sewa rahim merupakan jalan satu-satunya untuk memperolek keturunan. Yang perlu diingat lagi oleh manusia adalah, siapakah yang memberikan semua nikmat yang ada didunia ini? siapakah yang memberikan seorang bayi (keturunan) untuk pasutri? dan jawaban dari semua pertanyaan diatas adalah ALLAH. Allah yang memberikan segala nikmat dan keturunan bagi pasutri jadi jangan pernah ada anggapan bahwa cara-cara diatas (menyewa rahim) adalah "solution out" terbaik.
"Dan Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu , dan memberimu rezki dari yang baik-baik . Maka mengapa mereka berimankepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ? " QS-al Nahl 16:72. Wallahu A'lam
Baca Selengkapnya...

Dalam hadits Jibril yang masyhur diriwayatkan oleh umar ibn khattab r.a. telah disebutkan pembagian agama kepada tiga rukun, dengan dalil ucapan rasulullah s.a.w, kepada umar, “Sesungguhnya dia adalah Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian”. (HR. Muslim dan Ahmad).
Rukun pertama : Islam
Segi amal yang terdiridari ibadah, muamalah dan perkara-perkara ubudiyah. Adapun tempatnya adalah anggota badan yang lahiriyah. Para ulama mengistilahkannya dengan SYARI’AT. Dan orang-orang yang khusus mempelajarinya adalah para ulama’ figh.
Rukun kedua: Iman
Segi keyakinan hati yang terdiri dari iman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta qadha dan qadar. Dan orang-orang yang khusus mempelajarinya adalah para ulama’ Tauhid.
Rukun ketiga: Ihsan
Sisi rohani dan hati yang berarti bahwa engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak yakin melihat-Nya, maka yakinlah sesungguhnya Dia melihatmu. Para ulama mengistilahkannya dengan nama HAKIKAT. Dan orang-orang yang khusus mempelajarinya adalah kaum sufi.
Untuk memperjelas hubungan antara SYARIAT dan HAKIKAT, kita berikan contoh shalat.
Melakukan gerakan-gerakan shalat dan pekerjaan-pekerjaan lahiriahnya, memenuhi rukun-rukun dan syarat-syaratnya,serta hal-hal lain yang disebutkan oleh para ulama figh, merupakan sisi SYARI’AT, yaitu JASAD SHALAT. Sedangkan hadirnya hati bersama Allah dalam shalat merupakan sisi HAKIKAT yaitu ROH SHALAT.
Jadi, gerakan-gerakan shalat dengan anggota badan adalah jasad shalat dan khusu’ adalah rohnya. Lalu apakah manfa’at jasad tanpa roh? Sebagaimana roh membutuhkan jasad sebagai tempatnya berdiri, begitu juga jasad membutuhkan roh yang dengannya dia berdiri. Oleh karena itu, “Dirikanlah shalat dan keluarkan zakat.” (QS.Al-Baqarah:110). Mendirikan sesuatu tidak akan bisa dilakukan kecuali dengan adanya jasad dan roh. Oleh karena itu, Allah tidak mengatakan, “adakanlah shalat”.
Dari sini kita mengetahui hubungan yang erat antara SYARI’AT dan HAKIKAT,sebagaimana halnya hubungan antara roh dan jasad. Seseorang mukmin yang sempurna adalah yang dapat menggabungkan antara SYARI’AT dan HAKIKAT. Dan inilah arahan kaum sufi untuk sekalian manusia, berdasarkan jejak rasulullah s.a.w. dan para sahabatnya yang mulia.
Untuk mencapai maqam yang mulia dan iman yang sempurna ini, seseorang harus menempuh jalan (tarekat), yaitu jihad melawan nafsu, meningkatkan sifat-sifatnya yang kurang menjadi sifat-sifat yang sempurna, dan meniti maqam-maqam kesempurnaan dengan pengawasan para mursyid. Inilah jembatan yang akan mengantarkan dari syariat menuju hakikat.
Sayyid berkata, “Tarekat adalah jalan khurus bagi orang-orang yang menuju Allah, dari suatu tingkatan ke tingkatan yang lain.”
Jadi SYARI’AT adalah dasar,TAREKAT adalah sarana dan HAKIKAT adalah buah. Ketiga hal ini saling melengkapi dan saling berkaitan.
Barang siapa yang telah berpegang teguh pada yang pertama (Syari’at), maka dia akan menempuh yang kedua (Tarekat), lalu sampai pada yang ketiga (Hakikat). Tidak ada pertentangan dan perlawanan diantaranya. Oleh karena itu kaum sufi berkata dalam kaidah mereka yang terkenal, “Setiap hakikat yang melanggar syari’at adalah kezindikan.” Dan bagaimana bisa hakikat melanggar syari’at, sementara dia merupakan hasil dari pelaksanaannya.
Ahmad zaruq berkata, “Tidak ada tasawuf kecuali dengan figh, karena hukum-hukum Allah yang zahir tidak akan diketahui kecuali dengannya. Tidak ada figh kecuali dengan ketulusan dan konsentrasi kepada Allah. Dan tidak ada keduanya (Tasawwuf dan Figh) kecuali dengan adanya iman, karena keduanya tidak akan sah tanpa iman. Semuanya merupakan keharusan, karena semuanya saling berkaitan, sebagaimana hubungan antara jasad dan roh. Tidak ada roh kecuali dalam jasad dan tidak ada kehidupan bagi jasad kecuali dengan adanya roh. Maka pahamilah.”
Malik berkata, “Barangsiapa bertasawuf tanpa berfigh, maka ia telah zindik. Barangsiapa befigh tanpa bertasawuf, maka dia telah fasik, dan barangsiapa mengumpulkan keduanya, maka dia akan sampai pada hakikat.”
Yang pertama dikatakan zindik karena dia melihat kepada hakikat tanpa melaksanakan syari’at. Dengan sombong, dia mengatakan bahwa manusia mempunyai pilihan dalam semua urusan. Dia adalah seperti yang dikatakan seseorang penyair.
Dia melemparkannya di sungai dengan tangan terikat lalu dia berkata, “Awas, awas, jangan sampai engkau basah terkena air.”
Dengan semua itu, dia telah merusak hukum-hukum syari’at dan pelaksanaannya, serta menghancurkan hikmah syari’at dan pengamatan terhadapnnya.
Yang kedua dikatakan fasik karena hatinya belum dimasuki cahaya takwa, rahasia keikhlasan, kesadaran akan adanya pengawasan Allah dan muhasabah, sehingga dia belum terhindar dari maksiat dan berpegang teguh pada sunnah.
Adapun yang ketiga dikatakan telah mencapai hakikat karena dia telah menggabungkan semua rukun agama, yaitu Iman, Islam, dan Ihsan yang terkumpul dalam hadits Jibril a.s.
Sebagaimana para ulama zahir menjaga batasan-batasan syari’at, ulama tasawuf menjaga adab-adab dan roh syari’at. Sebagaimana diperbolehkan bagi ulama zahir untuk berijtihad dalam menyimpulkan dalil-dalil dan mengeluarkan hukum, begitu juga diperbolehkan bagi para ahli makrifat untuk menyimpulkan adab dan metode untuk mendidik para murid dan para salik.
Para salaf saleh dan kaum sufi yang tulus telah mengaktualisasikan penghambaan yang benar dan Islam yang sesungguhnya,karena mereka menyatukan antara, tarekat dan hakikat. Mereka benar-benar adalah ahlisyari’at dan hakikat yang menunjukkan manusia ke jalan yang lurus.
Sesungguhnya jika agama kosong dari hakikat, maka akarna akan kering, ranting-rantingnya akan layu dan tidak akan berbuah.
Baca Selengkapnya...

Keyakinan akan membentuk mental seseorang,sebagaimana keyakinan beragama kita. Kita percaya adanya Tuhan dan secara otomatis kita akan mendapatkan Tuhan ada disisi kita dan ketika kita yakin Tuhan ada dekat dengan kita maka kita akan selalu berdoa dan memohon kepada-Nya agar selalu mendapatkan perlindungan darinya. Begitulah kira-kira keyakinan positif yang dapat dideskripsikan. Begitu pula sebaliknya, orang-orang Atheis yang tidak mempercayai adanya Tuhan, maka Tuhanpun tidak akan hadir disisinya karena menafikan keberadaannya. Keyakinan seseorang dengan agama dan Tuhannya akan membuahkan hasil "Taat beragama", dengan kata lain seseorang akan mendapatkan manifestasi dari apa yang dia usahakan. Keyakinan juga yang mendekatkan jarak antara makhluk dan Khalik-nya.
Dalam kehidupan manusia saat ini, menjaga keyakinan merupakan hal yang mutlak karena apabila keyakinan seseorang telah goyah maka goyah pulalah kehidupan dunianya hingga akhir nanti,apalagi seseorang yang goyah keyakinan terhadap Tuhannya. Seorang penulis terkenal Gede Prama pernah mengatakan:keberhasilan maupun kegagalan adalah buah dari keyakinan seseorang. “Keberhasilan itu berawal dari keyakinan. Dan kita bisa mengubah banyak sekali hal lewat keyakinan,” katanya. Sayangnya menurut Gede, keyakinan orang sering terbelenggu oleh pikiran-pikiran rasionalnya serta pengalaman-pengalaman ekstrim di masa lalu. Mereka yang gagal menumbuhkan keyakinan positif –sekalipun dia sangat berpotensi-- biasanya justru gagal dalam kehidupan.
Manusia memang makhluk berakal (Rasionalis) yang mana kadang sesuatu hanya diukur dengan kekuatan akalnya dan mengenyampingkan aspek-aspek diluar akal padahal dalam penerimaan akal terdapat 2 bagian, wajib aqly (misalkan 1+1=2), contoh tersebut wajid dipercaya oleh akal dan mustahil aqly (misalkan 'besok akan turun hujan), jadi sesuatu itu memungkinkan terjadi ataupun tidak.
Alangkah baiknya segala pekerjaan yang kita lakukan, dengan penuh keyakinan karena pekerjaan tanpa keyakinan adalah kekosongan/kemustakhilan. Dan buah dari keyakinan adalah kenyataan. Wa'allahu 'Alam
Baca Selengkapnya...
