Pemimpin adalah Amanat bukan Tanggung Jawab  

Posted by Jumhurul Umami


Ta’atilah Tuhanmu dan ta’atilah Rasul-Nya serta ulul Amri diantara kalian (Al-Ayat)
Ayat diatas mengajarkan kepada setiap manusia agar mentaati Allah, Rasul dan Pemimpin diantara mereka.
Rasul Muhammad merupakan sosok pemimpin yang bijak dan ayom, setiap kali ada ummatnya yang mengalami masalah bliau selalu tidak segan memberikan solusi yang dapat diterima. Tak pelak bliau menjadi tempat kembali (rujukan) segala permasalahan kaumnya pada zaman itu. Ayom terhadap kaumnya yang mengalami masalah dan juga selalu melindungi kaum yang lemah bahkan dalam suatu peristiwa beliau menyerukan kepada kaumnya dan berkata “Man Adza Dhimmiyan fa ana Khasmuhu” (barang siapa yang menganiaya seorang dhimmy ‘orang selain islam yang berada diwilayah pemerintahan Islam’, maka Aku ‘Rasul’ akan memeranginya). Seruan beliau tersebut merupakan salah satu contoh ayom yang dimilikinya dan sudah menjadi kewajiban seorang pemimpin agar melindungi orang-orang selain Islam yang berada dalam Dzimmah (tanggung jawab) pemerintahan Islam.

Beliau merupakan sosok seorang pemimpin yang tegas dan tidak semena-mena memperlakukan bawahannya karena apapun tindakan yang dilakukan oleh beliau mengandung hikmah yang sangat dalam, sehingga tidak sedikit orang yang begitu segan dengan kepribadian beliau.
Terdapat suatu peristiwa ketika beliau pada saat menginspeksi pasukan perang beliau yang akan berangkat ke medan perang dan pada saat itu beliau melihat salah seorang dalam suatu barisan tersebut tidak lurus, dia adalah Sawat, seorang prajurit yang memiliki tubuh berwarha hitam sesuai dengan sebutan namanya Sawat (Hitam dalam bahasa Arab). Beliau berkata “Istaqim ya Sawat” (luruskanlah barisanmu wahai Sawat) sambil memukul tubuh hitam Sawat dan kemudian Sawatpun meluruskan barisannya. Perlakuan beliau terhadap Sawat merupakan bentuk pendidikan dari seorang pemimpin terhadap bawahannya dan sikap tegas yang ditunjukkan beliau dipatuhi juga oleh bahawannya.
Beliau juga sosok pemimpin yang bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya, hingga dimasa akhir hayat beliau pernah mengatakan “barang siapa yang pernah disakiti oleh beliau dan apabila beliau memiliki hutang terhadap siapapun agar memintanya langsung ke beliau”.
Hingga saat itu ada salah satu orang yang merasa dulu pernah disakiti oleh Rasul, dia adalah Sawat, seorang prajurit yang dulu pernah dipukul oleh beliau, oleh karena itu dia ingin juga memukul Rasul sebagaimana beliau telah memukul dia. Lalu majulah Sawat mengahadap rasul dan kemudian mengutarakan niatnya untuk memukul beliau dan pada saat berhadap-hadapan dengan beliau, Rasul berkata “pukullah aku ya sawat karena aku dulu telah memukulmu”, Sawat berkata “Pada saat Rasul memukulku aku tidak mengenakan pakaian, maka sekarang saya ingin memukul Rasul tanpa mengenakan pakaian juga”. Dan pada saat Rasul menanggalkan pakaian beliau sebagaimana permintaan Sawat, akhirnya Sawat yang tadinya sangat ingin melampiaskan keinginannya untuk memukul Rasul menjadi luluh dan melepaskan kayu yang digenggamnya sambil meneteskan air mata karena dia melihat sebuah tulisan “Kalimat Tauhid” yang ada di dada Rasul. Dan pada saat itulah Sawat langsung mencium dada Rasul yang bertulisan kalimat tauhid tersebut kemudian pada saat itulah Sawat meninggal dunia dan seolah bumi dengan sepenuh hati (lengket) menerima jasadnya.
Begitulah Rasulullah Muhammad mempertanggung jawabkan apa yang pernah beliau lakukan kepada Sawat hingga di ujung ajal beliau. Karena semua yang telah dilakukan Rasul didunia akan dipertanggung jawabkan kelak di Akhirat. Menjadi pemimpin merupakan sebuah amanat yang kelak juga akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah. Apabila seseorang hanya menganggap bahwa menjadi seorang pemimpin hanya sebagai TANGGUNG JAWAB maka itu hanya di pertanggung jawabkan dihadapan manusia, akan tetapi apabila seseorang mengganggap bahwa menjadi seorang pemimpin adalah sebagai AMANAT maka ia akan mempertanggungkannya dihadapan manusia dan Allah.

This entry was posted on Wednesday, March 18, 2009 at 10:11 AM . You can follow any responses to this entry through the comments feed .

1 comments

tapi sayang banyak pemimpin kita yang tidak menyadari amanah ini. mereka cuma mengejar kekuasaan.

great posting bro

May 24, 2009 at 12:51 AM

Post a Comment